Menghitung hari detik demi detik
Masa kunanti apa kan ada
Jalan cerita kisah yang panjang
Menghitung hari ............
wow lagunya galau gini
yeaa yeaa yeaa \^0^/
Semester II udah mulai beres, kelas XI pun udah di depan mata ..
Yang namanya 'waktu', mengalir cepat seperti air yang sulit untuk dihentikan dan tak akan bisa di putar ulang (´ο`)
Padahal serasa baru kemarin jadi anak lugu yang lagi MPLS, di iket dua dan pake baju putih biru.
Eh sekarang udah mau jadi kakak kelas dan malahan punya adik kelas baru :-)
Berarti kita itu semakin dewasa dooong =))
Sebenernya bukan umur yang menjadikan kita lebih dewasa tapi pengalamanlah yang menjadikan kita lebih dewasa. Dan dewasa itu akan ada pada diri kita setelah kita tahu dan mampu bagaimana menjalani hidup ini dengan penuh keikhlasan, rasa syukur serta dinikmati. Seiring waktu pula kita mampu menyelesaikan problema hidup kita ini, ingat Allah selalu ada disisi kita. Jangan jadikan semua kewajiban kita itu adalah beban. Beban akan semakin berat jika hanya terus dipikirkan tanpa kita lakukan apa yang harusnya dapat meringankan. Proses semua ini perlu intropeksi terhadap diri sendiri, dimana letak perbaikan diri kita yang harus kita benarkan untuk menjadi lebih baik lagi.
Nah diawal kelas XI, harus giat belajarnya (hilangkan menghafal dengan SKS), 0%remed, lebih rajin lagi beribadahnya, tingkatkan prestasi, dan yang paling penting selalu menjadi orang yang 'untung', yaitu orang yang lebih baik daripada hari kemarin.
Ingat :
"Jangan terlalu serius mengenai hal-hal yang tidak penting, karena jika yang kamu lakukan sekarang itu tidak berguna di masa depan, lebih baik tinggalkan! Meninggalkan yang tidak penting akan mendekatkan kepada yang penting"
kalau masalah cinta?
ya ya ya, namanya anak muda pasti cinta lagi cinta lagi..
Memang cinta ga bisa dilepaskan dari kehidupan,
Kalau kehidupan ga ada cinta bagaikan sayur tanpa garam (alaaaah LEBAAAY)
Boleh saja sih mikirin kayak begituan, punya kecengan atau punya pacar tapi kita lihat dulu dampak ke arah kitanya. Kalau memang dengan adanya 'dia' dalam keseharian bikib kita jadi semangat belajar, rajin beribadah dan banyak termotivasi itu boleh-boleh aja, tapi kalau udah dampaknya jadi 'galau-galauan', marah ga jelas, nangis cuma gara-gara denger lagu atau menelantarkan tugas lebih baik ga usah. Apalagi kalau dengan punya pacar kita jadi jarang sekolah (bolos), main keluyuran ga jelas, tugas ga pernah dikumpulin, ga pernah ibadah, sering dipanggil BK, lupa aja we ya sama temen tapi pas udah putus baru deket lagi sama temen. Waaaaah itu mah parah banget.
Jangan sampai deh kayak gitu --------> AMIN
Intinya kita ambil sisi positifnya, insya Allah madesu (Masa Depan Sukses) Amin
Semoga di kelas XI lebih sukses lagi Amin (-.-)
Memang cinta ga bisa dilepaskan dari kehidupan,
Kalau kehidupan ga ada cinta bagaikan sayur tanpa garam (alaaaah LEBAAAY)
Boleh saja sih mikirin kayak begituan, punya kecengan atau punya pacar tapi kita lihat dulu dampak ke arah kitanya. Kalau memang dengan adanya 'dia' dalam keseharian bikib kita jadi semangat belajar, rajin beribadah dan banyak termotivasi itu boleh-boleh aja, tapi kalau udah dampaknya jadi 'galau-galauan', marah ga jelas, nangis cuma gara-gara denger lagu atau menelantarkan tugas lebih baik ga usah. Apalagi kalau dengan punya pacar kita jadi jarang sekolah (bolos), main keluyuran ga jelas, tugas ga pernah dikumpulin, ga pernah ibadah, sering dipanggil BK, lupa aja we ya sama temen tapi pas udah putus baru deket lagi sama temen. Waaaaah itu mah parah banget.
Jangan sampai deh kayak gitu --------> AMIN
Intinya kita ambil sisi positifnya, insya Allah madesu (Masa Depan Sukses) Amin
Semoga di kelas XI lebih sukses lagi Amin (-.-)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar